Laga seru banget tersaji di Stadion Diego Armando Maradona saat Napoli menjamu AS Roma di lanjutan Serie A pekan ke-25. Pertandingan yang berlangsung Senin (16/2/2026) dini hari WIB ini berakhir imbang 2-2, dengan drama yang bikin jantung copot sampai menit-menit akhir.
Napoli sempat tertinggal 2 kali, tapi mereka nggak mau menyerah begitu saja di depan publiknya sendiri. Alisson Santos tampil sebagai pahlawan setelah menyamakan skor di menit ke-82, menyelamatkan Il Partenopei dari kekalahan yang sudah di depan mata.
Malen Bikin Napoli Kewalahan Sejak Awal
Baru 7 menit bola menggelinding, AS Roma sudah bikin kejutan. Donyell Malen, striker pinjaman Giallorossi, langsung menunjukkan ketajamannya. Dia menerima umpan silang rendah dari Bryan Zaragoza, lalu melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti.
Kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic, nggak bisa berbuat banyak menghadapi tembakan itu. Bola masuk, Roma unggul 1-0. Suporter tamu yang datang ke Naples langsung meledak kegirangan.
Malen belum selesai bikin ulah. Di menit ke-19, pemain asal Belanda itu kembali mengancam. Dia menggiring bola hampir setengah lapangan sambil dijaga ketat oleh Amir Rrahmani. Sebelum dikeroyok 3 bek Napoli, Malen sempat melepaskan tembakan yang sayangnya meleset tipis dari gawang tuan rumah.
Kalau tembakan itu masuk, mungkin ceritanya bakal beda banget. Tapi Napoli masih beruntung di momen itu.
Spinazzola Balas dengan Gol Roket
Napoli yang tertinggal jelas nggak tinggal diam. Skuad asuhan Antonio Conte terus menekan dan mencari celah untuk membobol pertahanan Roma. Hasilnya datang menjelang akhir babak pertama.
Leonardo Spinazzola jadi orang yang menyamakan kedudukan. Dan caranya? Spektakuler. Bek kiri Napoli itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang melesat masuk ke gawang Roma. Tendangan roket yang bikin Mile Svilar cuma bisa pasrah.
Gol di menit ke-40 itu membuat skor menjadi 1-1 dan mengembalikan semangat Napoli serta para tifosi yang memadati Stadion Maradona. Babak pertama ditutup dengan skor imbang, tapi intensitas permainan sudah sangat tinggi.
Penalti Malen Bikin Roma Kembali Memimpin
Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama agresif. Tapi Roma yang lebih dulu menemukan momen krusial. Di menit ke-71, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Napoli.
Malen maju sebagai eksekutor, dan dia nggak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tendangan penaltinya sukses menjebol gawang Milinkovic-Savic. Brace untuk Malen, dan Roma kembali unggul 2-1.
Buat Napoli, situasi ini jelas bikin frustrasi. Sudah 2 kali mereka tertinggal di kandang sendiri. Tapi kalau kamu kenal Antonio Conte, kamu tahu pelatih asal Italia itu nggak pernah kehabisan akal.
Conte Mainkan Kartu Pergantian Pemain
Antonio Conte langsung bereaksi cepat setelah gol kedua Roma. Sebenarnya, dia sudah melakukan perubahan sejak menit ke-70, mengeluarkan Rrahmani dan Spinazzola untuk memasukkan Alisson Santos dan Olivera.
Keputusan ini ternyata jadi game changer. Conte jelas melihat bahwa timnya butuh energi segar dan opsi serangan baru kalau mau mengejar ketertinggalan. Dan taruhannya terbayar lunas.
Di menit ke-79, Conte kembali melakukan pergantian ganda. Eljif Elmas dan Antonio Vergara ditarik keluar, digantikan oleh Gilmour dan Giovane. Napoli benar-benar all out menyerang.
Terakhir, di menit ke-85, Matteo Politano juga diganti oleh Mazzocchi. Conte sudah menggunakan semua kartu pergantiannya, berharap salah satu pemain penggantinya bisa jadi pembeda.
Alisson Santos: Pahlawan di Menit Kritis
Dan memang ada yang jadi pembeda. Alisson Santos, yang baru masuk di menit ke-70, membuktikan bahwa keputusan Conte memasukkannya adalah langkah brilian.
Menit ke-82, Napoli mendapatkan peluang di dalam kotak penalti Roma. Santos menerima umpan dengan positioning yang tepat, lalu melepaskan tembakan datar yang mengarah ke pojok kiri gawang Svilar.
Gol! Skor berubah menjadi 2-2. Stadion Maradona langsung meledak. Para pemain Napoli berlari merayakan gol penyama kedudukan itu dengan penuh emosi. Mereka tahu betapa pentingnya momen ini.
Santos sendiri tampil impresif meski baru turun sebagai pemain pengganti. Kemampuannya memanfaatkan peluang di saat krusial menunjukkan mentalitas yang kuat.
8 Menit Terakhir yang Menegangkan
Setelah gol Santos, kedua tim masih punya waktu sekitar 8 menit plus injury time untuk mencari gol penentu. Napoli yang sedang on fire jelas ingin membalikkan keadaan sepenuhnya, sementara Roma harus mengatur ulang strategi setelah kehilangan keunggulan untuk kedua kalinya.
Namun, sampai peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 nggak berubah lagi. Kedua tim harus puas berbagi 1 poin dari laga yang penuh drama ini.
Gasperini dan Roma yang Hampir Sempurna
Di sisi Roma, Gian Piero Gasperini sebenarnya bisa bangga dengan performa anak asuhnya. Giallorossi tampil dominan di beberapa fase permainan dan 2 kali berhasil unggul lebih dulu.
Donyell Malen jadi bintang utama Roma malam itu. Striker pinjaman ini mencetak 2 gol—1 dari open play dan 1 dari titik penalti. Performanya menunjukkan bahwa keputusan Roma meminjamnya adalah langkah yang tepat.
Bryan Zaragoza juga tampil apik dengan assist untuk gol pertama Malen. Sayangnya, Gasperini mengganti Zaragoza di awal babak kedua dengan Soule, yang mungkin sedikit mengurangi kreativitas Roma di sayap.
Gasperini juga melakukan pergantian di menit ke-65, menarik Niccolo Pisilli dan Lorenzo Pellegrini untuk memasukkan El Aynaoui dan Venturino. Keputusan ini tampaknya lebih untuk menjaga keunggulan ketimbang menambah serangan.
Tapi ya, sepak bola memang nggak bisa diprediksi. Roma yang sudah 2 kali unggul akhirnya tetap harus rela berbagi poin.
Conte: Mentalitas Juara yang Nggak Pernah Menyerah
Kalau ada satu hal yang bisa diambil dari laga ini, itu adalah mentalitas Napoli di bawah arahan Conte. Tertinggal 2 kali di kandang sendiri bukan situasi yang mudah, tapi skuad ini menolak untuk kalah.
Conte dikenal sebagai pelatih yang sangat kompetitif, dan DNA itu jelas tertanam di timnya. Setiap pemain yang masuk sebagai pengganti langsung memberikan dampak, dan itu bukan kebetulan. Itu hasil dari persiapan dan mentalitas yang dibangun setiap hari di latihan.
Formasi 3-4-2-1 yang dipakai Conte juga terbukti fleksibel. Dengan 3 bek di belakang dan wingback yang aktif maju-mundur, Napoli punya keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Dampak ke Klasemen Serie A
Hasil imbang ini punya konsekuensi menarik di papan klasemen Liga Italia. Napoli tetap bertengger di posisi ke-3 dengan koleksi 50 poin, sementara Roma ada di peringkat ke-4 dengan 47 poin.
Jarak 3 poin antara kedua tim ini membuat persaingan zona Liga Champions makin ketat. Keduanya masih aman di 4 besar, tapi tekanan dari tim-tim di bawah mereka jelas nggak bisa diabaikan.
Buat Napoli, 1 poin di kandang sendiri mungkin terasa kurang memuaskan. Tapi mengingat mereka sempat tertinggal 2 kali, poin ini sebenarnya cukup berharga untuk menjaga momentum.
Sementara buat Roma, pasti ada rasa kecewa karena sudah 2 kali memimpin tapi gagal membawa pulang 3 poin. Keunggulan yang dilepas di menit-menit akhir selalu menyakitkan.
Statistik Menarik dari Laga Ini
Ada beberapa catatan menarik dari pertandingan Napoli vs Roma kali ini. Pertama, Donyell Malen mencetak brace pertamanya dengan seragam Roma. Striker berusia 25 tahun itu menunjukkan bahwa dia bisa jadi solusi lini depan Giallorossi.
Kedua, Leonardo Spinazzola mencetak gol spektakuler melawan mantan klubnya. Ya, Spinazzola pernah membela Roma sebelum pindah ke Napoli, jadi gol roketnya di laga ini pasti punya makna spesial.
Ketiga, Alisson Santos membuktikan bahwa pemain pengganti bisa jadi faktor penentu. Masuk di menit ke-70, dia cuma butuh 12 menit untuk menemukan jaring gawang Roma.
Keempat, ini adalah laga ke-25 Serie A musim ini, dan kedua tim sudah menunjukkan konsistensi yang cukup baik untuk bertahan di zona 4 besar sepanjang musim.
Susunan Pemain Lengkap
Napoli (3-4-2-1): Vanja Milinkovic-Savic; Alessandro Buongiorno, Amir Rrahmani (Alisson Santos 70′), Sam Beukema; Leonardo Spinazzola (Olivera 70′), Stanislav Lobotka, Eljif Elmas (Gilmour 79′), Miguel Gutierrez; Antonio Vergara (Giovane 79′), Matteo Politano (Mazzocchi 85′); Rasmus Hojlund.
Pelatih: Antonio Conte
AS Roma (3-4-2-1): Mile Svilar; Evan Ndicka, Daniele Ghilardi, Gianluca Mancini; Wesley, Niccolo Pisilli (El Aynaoui 65′), Bryan Cristante, Zeki Celik; Bryan Zaragoza (Soule 46′), Lorenzo Pellegrini (Venturino 65′); Donyell Malen.
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Laga Napoli vs Roma 2-2 ini adalah contoh sempurna kenapa Serie A musim ini begitu seru untuk diikuti. Nggak ada tim yang mau menyerah, dan drama bisa terjadi kapan saja.
Buat penggemar Napoli, performa Alisson Santos layak jadi sorotan positif. Pemain muda ini bisa jadi opsi penting untuk sisa musim, terutama di laga-laga besar yang butuh impact player dari bangku cadangan.
Sementara buat fans Roma, Donyell Malen sudah membuktikan kualitasnya. Kalau dia bisa konsisten seperti ini, Roma punya peluang besar untuk tetap bersaing di papan atas.
Yang jelas, persaingan 4 besar Serie A musim ini bakal seru sampai akhir. Dan laga seperti Napoli vs Roma ini adalah alasan kenapa kita semua cinta sepak bola.
